Workshop Kehumasan secara virtual dengan tema “Penguatan Peran Tenaga Humas Kejaksaan dalam Eksistensi Pemberitaan Citra Positif Melalui Media Massa dan Media Online”

oleh -1230 Dilihat

Kamis, 12 September 2024 bertempat di Aula Kejaksaan Negeri Jambi, Kasi Intelijen Kejari Jambi, Wesli Sirait, SH. MH beserta staff pada bidang intelijen Kejaksaan Negeri Jambi mengikuti Workshop Kehumasan secara virtual dengan tema “Penguatan Peran Tenaga Humas Kejaksaan dalam Eksistensi Pemberitaan Citra Positif Melalui Media Massa dan Media Online”.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum dan Sekretaris JAM-Intelijen, Sarjono Turin, S.H., M.H., serta diikuti oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dari seluruh Kejaksaan Tinggi di Indonesia, dan diikuti oleh satuan kerja Kejaksaan seluruh Indonesia secara virtual.

Dalam hal ini, Kasi Intelijen mengatakan bahwa Kepala Pusat Penerangan Hukum, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum Menyampaikan dalam sambutannya bahwa Puspenkum harus lebih optimal dalam mengemas setiap keberhasilan kinerja Kejaksaan secara real time dan menarik bagi publik. Inovasi dan terobosan diperlukan agar public trust terhadap institusi kejaksaan semakin meningkat. Bahwa kegiatan ini berkolaborasi dengan media TEMPO dan diikuti dengan kunjungan lapangan ke kantor redaksi TEMPO. “Kami berupaya untuk memaksimalkan peran humas dalam menyampaikan informasi secara profesional, akuntabel, dan humanis demi menjaga marwah institusi Kejaksaan,”

Adapun materi yang disampaikan yaitu :

  • Agenda Media: Hasil pemrograman internal, editorial, keputusan manajerial dan pengaruh- pengaruh luar dari sumber-sumber nonmedia seperti pihak-pihak yang berpengaruh secara sosial. Misalnya iklan, pejabat pemerintah, dan sebagainya.
  • News Value : Pedoman atau patokan yang dipakai wartawan (redaksi) sebuah media menentukan sebuah peristiwa atau informasi layak diangkat sebagai berita. Setiap media bisa punya kriteria yang sedikit berbeda penekanan, dengan sejumlah penambahan. Secara umum, penentunya adalah karakter dan kebijakan media yang bersangkutan.
  • Berita adalah kejadian yang merupakan kejutan, jadi harus selalu merupakan sesuatu yang baru. Kedekatan–misalnya secara geografi emosional, dan psikologi-lebih mengundang minat baca ketimbang hal-hal yang terasa jauh. Perseturuan umumnya selalu bemilai berita perseteruan antar kelompok, antarorganisasi, antarnegara, dan sebagainya
  • Pedoman atau patokan yang dipakai wartawan (redaksi) sebuah media menentukan sebuah peristiwa atau informasi layak diangkat sebagai berita
  • Menulis Siaran Pers Informasi yang disajikan dalam bentuk berita, disusun oleh institusi/perorangan, dan disebarluaskan kepada publik melalui media massa dengan tujuan tertentu. Menulis siaran pers pada dasarnya adalah menulis berita

No More Posts Available.

No more pages to load.