Selasa, 01 Oktober 2024 sekira pukul 07.30 WIB, bertempat di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Kejaksaan Negeri Jambi melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024.
Upacara tersebut dipimpin oleh Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Riono Budisantoso, SH, MA selaku inspektur upacara dan dikuti oleh Asisten Intelijen Kejati Jambi, Nophy Tennophero Suoth, SH.MH, Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Jambi, Abdi Reza Fachlewi Junus, S.H., M.H, Asisten Datun Kejati Jambi, Mayasari, SH., MH, Asisten Pengawasan Kejati Jambi, Novian Hadian, SH., MH, Para Koordinator dan Kasi Pada Kejaksaan Tinggi Jambi, Para Pejabat Utama pada Kejaksaan Tinggi Jambi, Pegawai Kejaksaan Tinggi Jambi, Kasi Intel Kejari Jambi, Wesli Sirait, SH.MH, Kasi Datun Kejari Jambi, Wiliyamson, S.H, Kasi Pidsus Kejari Jambi, Soemarsono, S.H., M.H, Kasi PB3R Kejari Jambi, Heru Duwi Admojo, SH.MH, Kasubagbin Kejari Jambi, Paini, SH serta Seluruh Pegawai Pada Kejari Jambi
Untuk diketahui, Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024 tersebut mengambil tema “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”
Kasi Intelijen mengatakan bahwa Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2024 bukan sekedar peringatan saja namun ini akan menjadi momentum berupa pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat sebagai landasan utama dalam membangun masa depan Indonesia serta para jajaran akan terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dan bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, di mana bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat di kancah global.
Dalam hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi M.N. Ingratubun, S.H., M.H menegaskan kepada para jajaran Kejari Jambi untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam membangun masa depan Indonesia merujuk pada visi Indonesia Emas 2045, yang berfokus pada mewujudkan negara yang maju, adil, dan makmur pada satu abad kemerdekaan Indonesia serta tidak menjadikan Pancasila berupa simbol, tetapi juga harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari sehingga dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, masyarakat Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan global dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa.







