Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Peran Kejaksaan dalam Perjuangan Mewujudkan Kemerdekaan, Mempertahankan Kemerdekaan dan Mewujudkan Tujuan Negara secara virtual

oleh -1603 Dilihat

Selasa, 16 Juli 2024 pukul 13.00 WIB, bertempat di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Jambi, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, M.N. Ingratubun, SH.MH beserta Kepala Sub Bagian Pembinaan, para Kepala Seksi dan Seluruh Pegawai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Peran Kejaksaan dalam Perjuangan Mewujudkan Kemerdekaan, Mempertahankan Kemerdekaan dan Mewujudkan Tujuan Negara secara virtual.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Dr. R. Narendra Jatna, S.H., LL.M selaku Ketua Umum Panitia Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64 Tahun 2024 Serta diikuti oleh Satuan Kerja Kejaksaan Seluruh Indonesia secara virtual.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) menyampaikan pada pokoknya yaitu

Narasumber JJ Rizal

  • Revolusi nasional Indonesia sering disebut revolusi pemuda karena keras memberontak menutut perubahan. Juga disebut revolusi rakyat. Sebab semua terlibat, baik lapisan atas maupun bawah. Sifatnya total secara inheren mencakup segala lapisan masyarakat dalam perbagai bentuk perjuangan. Tak ayal revolusi Indonesia di satu pihak merefleksikan kehendak politik bangsa menolak kembalinya kolonialisme. Pada pihak lain mewujudkan keanekaragaman manifestasi masyarakatnya. Saat itulah timbul adanya ketegangan atau konflik.
  • Soeprapto bersama Jaksa Agung Tentara Mr. Tirtawinata menjadi penuntut umum dalam kasus 3 Juli 1946 yang mengadili Mr. Mohammad Yamin, Tan Malaka, Soedarsono, Pandu Kertawiguna, Mr. Sayoeti, dll. Ini peristiwa politik yang disebut percobaan kudeta pertama oleh kubu Persatuan Perjuangan pimpinan Tan Malaka yang menolak cara-cara Sukarno, Hatta dan terutama Sjahrir berdiplomasi.
  • Pada 28 Desember 1950, Presiden Sukarno di Istana Negara mengangkat Soeprapto sebagai Jaksa Agung pada Mahkamah Agung RI. Pengangkatan ini bukan hanya pengakuan tentang kejaksaan yang dianggap melalui Soeprapto terlibat dalam revolusi nasional dengan ketebatasan dan situasi sosial politik menjaga marwah amanah UUD sebagai negara berdasarkan hukum (rechtstaat). Namun, dengan begini ia juga dianggap figur yang paling tepat untuk menjawab tantangan zaman saat itu, saat ancaman gangguan menaik. Negara perlu figur Jaksa Agung yang berani dan keras kepala.

Narasumber Iip D Yahya

  • Lima Jaksa Agung pada periode awal setelah kemerdekaan, 1945-1959 adalah orang-orang Indonesia yang terkemuka di Jawa. Nama mereka tercantum dalam buku Orang-Orang Indonesia Jang Terkemoeka di Djawa yang diterbitkan oleh Gunseikanbu atau kantor pemerintah pusat Tentara Jepang pada tahun 1944
  • Lima Jaksa Agung pada periode awal setelah kemerdekaan, 1945-1959 adalah ahli dan praktisi hukum yang telah berjuang untuk mewujudkan Tujuan Negara melalui bidang hukum. Perjuangan mereka adalah fondasi bagi perjalanan Kejaksaan sampai hari ini dan di masa depan. Sejarah Kejaksaan adalah satu dan tak terpisahkan

No More Posts Available.

No more pages to load.