Focus Grup Discusion (FGD) dengan tema “Peran Kejaksaan dalam Mengantisipasi AGHT Paham Ekstrimisme, Radikalisme yang mengarah pada Terorisme”

oleh -1359 Dilihat

Selasa, 24 September 2024 pada pukul 08.00 WIB bertempat di Ruang Ekspose II, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi, M.N. Ingratubun, SH, MH beserta Kepala Seksi Intelijen, Wesli Sirait, SH, MH mengikuti Focus Grup Discusion (FGD) dengan tema “Peran Kejaksaan dalam Mengantisipasi AGHT Paham Ekstrimisme, Radikalisme yang mengarah pada Terorisme”

Kegiatan tersebut diisi dengan beberapa narasumber, yaitu Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, Penulis Buku Hijrah Dari Radikal Kepada Moderat, Haris Amir Fallah serta Aktivis, Konten Creator, Guru Gembul

Dalam kegiatan tersebut, para narasumber menyampaikan beberapa pokok penting yang meliputi :

  • PIslah Bahrawi pada pemaparannya menyampaikan ada dasarnya tujuan organisasi terorisme dan ekstrimisme adalah Politik. Mereka berasal dari kelompok Ekstrim kanan dan Ekstrim kiri dan bukan hanya dari kelompok Islam. Dan yang diusung adalah cita-cita Ideal mereka di masa lalu. Berbagai Gerakan terror yang ada didunia sebenarnya adalah bundle-bundle Politik sehingga negara negara itu menjadi adiktif dan yang paling berbahaya itu bukan Gerakan teroris internasional tapi Gerakan Home Ground. Semua Perang yang terjadi didunia gara-gara politik, Politik juga terjadi dengan orang-orang yang mengatasnamakan Agama dan yang Terpapar Terorisme bukan hanya Orang Melarat/Miskin tapi orang-orang Kaya dan Pintar. Semua orang memiliki Kerentanan yang sama tanpa melihat Kesenjangan Sosialnya karena Agama berbasis Dogma. Semua Agama bisa dimanipulasi untuk menjadi rentan terhadap Terorisme dan Ekstrimisme. Tidak semua Teroris Menggunakan Agama dan tujuannya bukan ideologi tapi Kepentingan seperti kasus Serpong yaitu mengancam untuk Memeras yang Paling Penting mengenai Pendidikan untuk Menanggulangi kerentanan paham Terorisme dan Ekstrimisme, yang menjadi PR kita semua kita harus bisa melakukan Repatriasi untuk penyintas paham Radikalisme/Ekstrimisme. Anak Muda di Timur Tengah banyak yang Atheisme karna Penerapan konsep agama terlalu ketat. Ulama kita hari ini terlalu sibuk untuk Urusan Politik yang Remeh Temeh. Dan jika kita terus berdebat soal dalil maka kita menempatkan tuhan sebagai Sengketa.
  • Haris Amir Fallah pada pemaparannya menyampaikan Faham radikalisme yaitu faham yang terlalu keras dalam memahami sebuah agama. Sehingga melahirkan intoleransi baik muslim dan non muslim yang pada akhirnya berujung pada munculnya aksi terror. Penyebaran pemahaman radikal masih menyasar seluruh kelompok yang bisa dipengaruhi. Dan banyak fakta anak SMA/Mahasiswa/Dosen bisa terekrut menjadi seorang yang Radikal. Rohis atau Kerohanian islam di SMA bisa menjadi Sasaran penyebaran paham ekstrimisme.
  • Guru Gembul pada pemaparannya menyampaikan Karakteristik Paham Radikalisme pertama Selalu Merasa Benar secara Eksklusif. kedua Merasa Terancam dan Merasa jadi Korban. Ketiga merasa Wajib Melawan. Keempat Keputus Asaan terhadap perlawan yang tidak mengakibatkan Impact Apapun. Banyak orang tidak bisa membedakan mana tradisi islam dan tradisi arab. Padahal budaya arab adalah budaya yang berlatar belakang gurun pasir dan terbentuk karna alam. Banyak di Indonesia disebut Ulama hanya karena banyak Hafalan Qur’an dan Hadist sedangkan Generasi Awal Islam untuk menentukan baik buruknya seseorang dari “Cahaya dalam Hati”. Ketika Perbedaan dianggap sebagai permusuhan maka itu akan menjadi cikal bakal Radikalisme/Ekstrimisme/Terorisme

dalam hal ini, Kepala Kejaksaan Negeri Jambi melalui Kasi Intelijen mengatakan bahwa seluruh jajaran Intelijen Kejaksaan Negeri Jambi agar terus mengawasi dan mendeteksi AGHT Paham Ekstrimisme , Radikalisme Yang Mengarah Pada Terorisme di masyarakat dengan langkah-langkah strategis, sistematis dan tepat sasaran. Selain itu dalam rangka menanggulangi terorisme, diperlukan perspektif intelijen guna mencari, mengolah dan menyajikan informasi dalam mendukung pengambilan keputusan strategi dalam mengatasi potensi ancaman terorisme yang sedang dan akan dihadapi serta saling bersinergi dengan pihak-pihak terkait terutama dengan BNPT.

No More Posts Available.

No more pages to load.